Sabtu, 18/09/2021 14:11 WIB WIB

Jurus Carestha Widjaja Membesut Marie Joseph Menuju Sekolah Unggulan

Jurus  Carestha  Widjaja Membesut Marie Joseph Menuju Sekolah Unggulan Foto : [HIDUP/Julius Rendy Nugroho]


LIDER.ID-Marie Joseph Art, Science and Technology Festival, baru saja selesai digelar. Event besar Sekolah Marie Joseph, Kelapa Gading, yang berlangsung dari 14 Desember 2018 hingga 12  Januari 2019,itu,  sukses menyedot ratusan pengunjung. Dari anak sekolah hingga masyarakat umum. Mereka  riuh sesak memenuhi arena festival.

Acara “Marie Joseph Art, Science and Technology Festival,”  dalam rangka memperingati hari jadi Sekolah Marie Joseph ke 15 tersebut, menjadi  pameran integrasi karya seni, sains dan teknologi yang dikemas secara menarik dengan konsep tema “Glow In The Dark”.

Terhadap serangkaian acara tersebut, Carestha  Widjaja, Ketua Yayasan Marie Joseph, mengatakan, festival memberikan beberapa pengalaman menarik bagi pengunjung yaitu,  berupa pengajaran daur ulang dimana banyak instalasi seni yang merupakan kreasi siswa siswi Marie Joseph yang dibuat dari botol plastik, kardus dan kantong plastic bekas. Karena seluruh materi daur ulang merupakan dukungan yang diberikan oleh Badan Misi Pelestarian Lingkungan Yayasan Budha Tzu Chi dalam usaha mendukung pelestarian lingkungan.

Tema daur ulang juga, menurut perempuan cantik, lulusan sebuah kampus ternama di Australia itu, dilakukan dalam kreasi instalasi seni yang dilakukan oleh seniman kayu ternama Erwinn Firmansyah. Yaitu menggunakan kayu sisa dari pengerjaan industri furniture dan mengubahnya menjadi suatu karya seni yang sangat menarik dan memberikan inspirasi, dimana sampah dapat berubah menjadi emas.

Carestha menjelaskan, dalam Science and Technology Festival, juga menyajikan seputar pembelajaran teknologi melalui aplikasi robotik yang dibentuk dalam Workshop dan demonstrasi Robotic oleh Lego Education dan Apple Education – Story.

Carestha Widjaja, yang merupakan keluarga  pendiri ES Teller 77 ini mengatakan, Sekolah Marie Joseph berdiri pada tanggal 10 Januari 2004. Nama sekolah diambil dari nama pendiri Biarawati Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS), Muder Marie Joseph Raymakers, Ethen Leur, Belanda.

Dengan Visi untuk menjadi sekolah terbaik, unggul, diakui dan dikenal melalui para lulusan terbaiknya, pihaknya mengamalkan Misi Gereja dan Kongregasi dalam pelayanan pendidikan dengan menyediakan sarana pendidikan yang baik dan bermutu untuk turut mencerdaskan bangsa, guna menghasilkan insan didik yang Cerdas, Kreatif, Mandiri, Beriman dan Berbudi Luhur.

Ditanya soal kekhasan sekolah Marie Joseph, Carestha Widjaja, mengatakan, pihaknya  mengubah desain sekolah dengan yang berbeda dari kesan kaku. Ruangannya bergaya butik, bernuansa pink, kreatif, unik  dan elegan, menjadi  salah satu sekolah di Timur Jakarta yang memiliki keunikan dalam hal interior. ”Kami bertekad agar sekolah Marie Joseph menjadi yang terbaik kedepannya,”ujarnya. (kormen)

 

 

Topik : Carestha , Widjaja , marie , joseph

Artikel Terkait
Terpopuler