Sabtu, 18/09/2021 13:53 WIB WIB

Polisi Ajak Pendemo di Tangsel Tur ke Makam Covid

Polisi Ajak Pendemo di Tangsel Tur ke Makam Covid Foto : bpbd jepara


Demo mahasiswa di depan kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Jl Maruga, Ciputat, Senin (26/7) kemarin, dibubarkan polisi. 30 Mahasiswa kemudian dibawa ke Markas Polres Tangerang Selatan.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin mengatakan, massa kelompok mahasiswa ini demo dengan 3 tuntutan. Salah satunya menuntut Pemkot Tangsel mengevaluasi kebijakan PPKM Level 4.

"Yang disampaikan sih meminta Wali Kota Tangsel untuk mencopot Kasatpol PP dan Camat Pamulang. Kemudian meminta untuk evaluasi PPKM Level 4 yang ada di Tangsel. Kemudian meminta disediakannya fasilitas informasi terkait pelayanan Covid itu," ujar AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

Iman menjelaskan pihaknya telah menawarkan untuk memfasilitasi perwakilan massa yang menyampaikan aspirasi. Namun mereka menolak dan memaksa untuk menggelar demo.

"Sebagaimana kita ketahui di Tangsel kondisinya masih dalam masa PPKM level 4, sehingga kami melakukan upaya penindakan dengan tegas sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan terhadap mereka," jelasnya. 

Puluhan mahasiswa tersebut kemudian diamankan ke Polres Tangerang Selatan. Mereka kemudian dites swab antigen dan hasilnya satu orang reaktif COVID-19. 

"Kami lakukan swab antigen dan terdapat hasil yang reaktif di antara mereka tersebut," ujar Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

Peserta aksi itu kemudian diminta memisahkan diri. Selanjutnya, peserta aksi tersebut diminta menggunakan pakaian alat pelindung diri (APD) dan disemprot cairan disinfektan oleh petugas.

Setelah dilakukan swab antigen, 29 mahasiswa kemudian dibawa ke TPC Jombang, Ciputat. Mereka dibawa ke kuburan jenazah COVID untuk merenungi dan berempati terhadap para korban COVID-19.

"Kami bawa mereka ke tempat pemakaman COVID supaya mereka berintrospeksi diri. Kita melihat bahwa sudah banyak korban akibat COVID ini, janganlah kita hanya karena mengedepankan kepentingan yang sifatnya kelompok atau mungkin individual kita harus mengorbankan orang lain. Sementara sudah banyak saudara-saudara kita yang terbujur menjadi mayat karena COVID ini," papar Iman.

Mereka diangkut dengan menggunakan truk Satpol PP. Setiba di lokasi, petugas meminta mereka melihat ke arah kuburan dan merenung.

"Kita berkunjung ke pemakaman ke saudara-saudara kita yang telah mendahului, saudara-saudara kita yang meninggal karena COVID, di balik makam-makam itu ratusan, bahkan ribuan, menangis karena merasa kehilangan," Kabag Ops Polres Tangsel AKP Edy Purwanto di TPU Jombang, Ciputat, Tangsel, Senin (26/7/2021).

Para peserta aksi terlihat memandang lurus ke arah pemakaman di TPU Jombang. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut para peserta aksi.

Edy pun meminta para peserta aksi merenung. Dia meminta, jika tidak bisa berkorban untuk negara, setidaknya jangan membuat onar.

Setelah dari situ, mereka dibawa `tur` ke Rumah Lawan COVID, tempat isolasi pasien COVID-19 di Tangerang Selatan. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Angga Surya Saputra mengatakan bahwa 29 mahasiswa yang diamankan tersebut sudah dipulangkan.

"Sudah kita pulangkan, kecuali 1 yang reaktif COVID kita bawa ke Rumah Lawan COVID untuk diisolasi," kata Angga.

Topik :

Artikel Terkait
Terpopuler