Kamis, 06/10/2022 06:57 WIB WIB

Presiden Taiwan Tsai Ing Wen : Taiwan Berjuang Pisah Dari China

Presiden Taiwan Tsai Ing Wen : Taiwan Berjuang Pisah Dari China Bendera china dan Taiwan


 

Lider.id : Jakarta- Presiden Taiwan Tsai Ing Wen mengingatkan, Taiwan pernah mengalahkan militer China saat Krisis Selat Taiwan 1958, peristiwa itu terjadi ketika China membombardir pulau-pulau Taiwan di Selat Taiwan selama sebulan lebih yang berlangsung pada awal Agustus 1958. Laporan postingan.id yang dikutip lider hari ini.

"64 tahun yang lalu selama peperangan 23 Agustus, tentara dan warga sipil kami bersatu dan menjaga Taiwan sehingga kami memiliki Taiwan yang demokratis hari ini," kata Tsai dihadapan delegasi eks pejabat Amerika Serikat, Selasa 23 Agustus 2022.

"Peperangan untuk melindungi Tanah Air kami menunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada ancaman dari siapa pun yang dapat menggoyahkan tekad rakyat Taiwan untuk membela negara mereka, tidak di masa lalu, tidak sekarang, dan tidak di masa depan," sambungnya.

Tsai kembali menegaskan, bahwa rakyat Taiwan memiliki tekad dan kepercayaan diri untuk menjaga perdamaian, keamanan, kebebasan, dan kemakmuran.

Krisis Selat Taiwan Kedua adalah peperangan terakhir kalinya antara pasukan Taiwan dengan China dalam skala besar.

Krisis itu dipicu ketika Tentara Pembebasan Rakyat China membombardir Kepulauan Kinmen (Quemoy) dan Matsu di Selat Taiwan demi menyatukan kembali pulau itu dengan daratan China.

Taiwan berhasil melawan gempuran China dengan baik berkat dukungan senjata dan peralatan militer canggih seperti rudal anti-pesawat Sidewinder canggih dari Amerika Serikat.

Meski memutus hubungan diplomatik formal dengan Taiwan demi menjalin hubungan resmi dengan China pada 1979, AS hingga kini masih menjadi pemasok senjata dan bantuan militer utama Taiwan.

Hal itu tertuang dalam perjanjian Taiwan Act yang mendasari hubungan "spesial" Washington dengan Taipei.

"Ketika Taiwan berdiri di garis depan ekspansionisme otoriter, kami terus meningkatkan pertahanan kami, dan kami juga terus bekerja sama dengan Amerika Serikat di bidang ini," ucap Tsai seperti dikutip Reuters.

Relasi Taiwan dan China terus memanas terutama setelah Taipei menerima kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, pada awal Agustus lalu. 

Lawatan itu menjadi yang pertama kalinya dilakukan pejabat tertinggi ketiga di AS itu selama seperempat abad.

China geram atas lawatan Pelosi lantaran dinilai sebagai sebuah tindakan AS mendukung kemerdekaan Taiwan yang melanggar prinsip Satu China. Sementara itu, Beijing masih menilai Taiwan sebagai wilayah kedaulatannya yang ngotot ingin merdeka.

 
 
Topik : Taiwan melawan china

Artikel Terkait
Terpopuler