Kamis, 06/10/2022 08:46 WIB WIB

Michael Gorbachev, Berpulangnya Legenda Pembebas Dari Timur

Michael Gorbachev, Berpulangnya Legenda Pembebas Dari Timur Spanduk terima kasih rakyat Jerman pada Gorbacvhev


Lider.id : Jakarrta - Berita berpulangnya Mantan Presiden Uni Soviet Michail Gorvbachev  pada Selasa (30/8/2022) tersebar luas setelah di beritakan oleh kantor berita Rusia TASS. Sang pengubah Soviet itu menghembuskan nafas terakhir pada usia 91 tahun, di nobatkan Barat sebagai sosok yang  mengakhiri Perang Dingin tanpa pertumpahan darah, walau gagal mencegah runtuhnya Uni Soviet.

Nama lengkapnya Mikhail Sergeyevich Gorbachev adalah seorang politikus Rusia yang dahulunya di kenal sebagai Uni Soviet. Ia merupakan pemimpin Uni Soviet kedelapan dan terakhir yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Sooviet sejak tahun 1985 hingga 1991. Ia juga merupakan Presiden Uni Soviet sejak tahun 1988 sampai 1991, Ketua Presidium Majelis Agung Uni Soviet dari tahun 1988-1989. Ketua Majelis Agung Uni Soviet dari 1989 sampai 1990, dan Presiden Uni Soviet tahun 1990- pengunduran dirinya tahun 19991. Gorba adalah penganut ideologi Maxisme-Leninisme sebelum ia berubah haluan ke sistem demokrasi sosial di awal 1990.  
 
Catatan Wikipedia menunjukkan bahwa Mikhail Gorbachev dilahirkan pada sebuah keluarga petani miskin di Privolnoye, Krai Stavropol. Tumbuh dan dewasa di era kepemimpinan Josef Stalin. Gorbachev mengoperasikan pemanen kombinasi di lahan pertanian kolektif pada masa mudanya sebelum bergabung dengan partai komunis yang saat itu memerintah Uni Soviet sebagai negara satu partai berdasarkan interpretasi yang berlaku dari doktrin Maxisme -Leninisme.  Ketika menempuh studi di Universitas Negeri Moskwa,  Gorbachev menikah dengan Raisa Titarenko - yang juga seorang mahasiswi di universitas tersebut—pada tahun 1953 sebelum menerima gelar sarjana hukumnya pada 1955.
 
Kembali ke desanya di Stavropol, Gorbachev bekerja di organisasi pemuda Kosmopol  dan, setelah kematian Stalin, menjadi pendukung keras reformasi de-stalinisasi oleh Pemimpin Soviet Nikita Khurshchev. Pada tahun 1970, ia ditunjuk menjadi Sekretaris Pertama Partai di Komite Regional Stavropol. Pada saat menjabat jabatan tersebut, Gorbachev mengawasi pembangunan Kanal Besar Starvpol. Gorbachev kembali ke Moskwa untuk menjadi Sekretaris Komite Pusat Partai pada tahun 1978 dan bergabung dengan Politbiro pada tahun 1979. Dalam tiga tahun setelah kematian Leonard Brezhnev, diikuti dengan kepemimpinan singkat Yuri Adropov dan Konstantin Chemenko, kemudian Politbiro pada tahun 1985 memilih Gorbachev menjadi Sekretaris Jenderal Partai, kepala pemerintahan de facto Uni Soviet.

Meskipun Gorbachev berkomitmen untuk mempertahankan keberlangsungan negara Soviet dan cita-cita sosialisnya, Gorbachev percaya bahwa reformasi yang signifikan diperlukan, terutama setelah Bencana Chernobyl 1986.  Ia memulai kebijakan glasnost (`keterbukaan`) untuk peningkatan kebebasan berbicara dan kebebasan pers perestroika (`restrukturisasi`) untuk mendesentralisasikan pembuatan keputusan ekonomi untuk meningkatkan efisiensi. Langkah-langkah demokratisasinya, dan pembentukan Kongres Perwakilan Rakyat terpilih membuat Uni Soviet bukan lagi sebuah negara bersistem satu partai.

Bulan Januari 1990, Gorbachev mengizikan Jerman Timur bersatu kembali dengan Jerman Barat di tandai dengan diruntuhkannya tempok berlin, tempok pemisah Jerman Barat dan Jerman Timur menjadi satu Jerman. Masyarakat Jerman mengucapkan terima kasih pada Gorbachev, "danke Gorbi!" yang di tulis di spanduk yang bertebaran di Jerman. Walaupun, ia menolak gagasan bahwa Jerman yang telah bersatu akan dapat mempertahankan keanggotaan Jerman Barat di NATO. Komprominya agar Jerman dapat mempertahankan keanggotaan di NATO tetapi sekaligus di Pakta Warsawa tidak mendapat dukungan. 

Reaksi Dunia 

Presiden Rusia Vladimir Putin melalui Juru bicaranya Dmitry Peskov, menyatakan belasungkawa atas kematian Gorbachev. President Komisi Eropa Ursula von der Leyen memberikan penghormatan terakhir melalui akun Twiternya, begitu pula Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, mantan menteri luar negeri AS Condoleezza Rice dan TMichel Martin dari Irlandia. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guteres mengatakan Gorbachev adalah "negarawan satu-satunya yang mengubah arah sejarah dan pemimpin global yang menjulang, multilateralis berkomitmen, dan advokat yang tak kenal lelah untuk perdamaian".  Mantan Menteri Luar Negeri AS James Baker III menyebut bahwa "sejarah akan mengingat Mikhail Gorbachev sebagai raksasa yang mengarahkan bangsanya yang besar menuju demokrasi" dalam konteks penutup Perang Dingin antara Timur dan Barat. Mantan Perdana Menteri Kanada Brian Mulroney mengatakan bahwa "dia adalah orang yang sangat menyenangkan untuk dihadapi" dan "sejarah akan mengingatnya sebagai pemimpin transformasional".*** freddy ndolu

 

Topik : Gorbi , Sang Pembebas Dari Timur

Artikel Terkait
Terpopuler