Minggu, 11/04/2021 13:16 WIB WIB

Joe Biden : Demokrasi Telah Menang

Joe Biden : Demokrasi Telah Menang Foto : BBC


Sebagai role model demokrasi, Amerika Serikat kini sedang di uji kemampuannya untuk mempertahankan esensi liberti dalam makna kebebasan yang sesungguhnya. Tindakan kekerasan oleh pendukung Presiden Donald Trump dari partai Republik yang kalah dalam pemilu presiden Amerika Serikat November 2020, merupakan tes kebaruan terhadap demokrasi, sebagai tantangan, “we are the people” dalam demokrasi. “ Ini adalah hari Amerika hari bersejarah dan harapan, dan hari ini kita merayakan kemenangan tapi dengan biaya yang sangat mahal, itulah harga dari demokrasi, tapi sahabatku, saat ini demokrasi telah menang”, kata Presiden Amerika Serikat Joseph Robinete Biden Jr, dalam pidato perdananya segera setelah dilantik menjadi presiden ke-46 AS di teras gedung Capitol Hill yang baru beberapa hari lalu di serbu oleh pendukung Donald Trump karena tidak terima kekalahan. Dengan meletakkan tangannya di atas Kitab Suci yang dipegang Istrinya Jill Biden, ia berjanji akan melindungi, mempertahankan dan melestarikan demokrasi dan konstitusi Amerika Serikat.

Setelah melewati transisi yang sangat kacau, hasil pilpres yang tidak di akui Trump, dan tidak menghadiri acara pelantikan, suatu tradisi transfer kekuasaan yang telah berlangsung lebih lama, Trump di anggap telah membelah dan mencederai demokrasi di AS. Dalam bagian lain pidatonya, Joe Biden yang akrab di sapa wartawan dan pendukungnya mengatakan kehadirannya untuk mempersatukan dan menyembuhkan kembali Amerika.

“Kita berkumpul menjadi satu bangsa dibawah pernyertaan Tuhan untuk melaksanakan pergantian kekuasaan dengan cara damai dari suatu tradisi yang berlangsung lebih dari 2 abad silam. Joe juga menyampaikan terima kasih kepada pendahulunya. “Saya berterima kasih kepada pendahulu saya dari hati yang paling dalam”, kata Joe Biden sambil menengok ke kursi Trump yang kosong, dan juga menyapa mantan wakil Presiden Mike Pence yang hadir bersama istrinya dan mendapat tepukan meriah dari tamu yang hadir. Tiga mantan presiden yang hadir bersama pasangan adalah Bill Clinton dan Hilary Clinton, George W Bush dan Laura Bush, dan Barak Obama dan Michell Obama juga ikut menyampaikan pesan kebersamaan dan persatuan Amerika.  

Wakil Presiden Kamala Harris menjadi wanita pertama dan wanita kulit berwarna pertama yang dilantik sebagai wakil presiden. Dengan senat sekarang terbagi rata antara Demokrat dan Republik, Harris mungkin dapat memberikan suara yang menentukan untuk banyak bagian penting dari undang-undang yang dianggap krusial, karena wakil presiden memegang kekuasaan sangat menentukan.

Kegiatan upacara pelantikan juga menghadirkan penyanyi terkenal dunia, Lady Gaga dan Jennifer Lopez seolah mengubah pemandangan yang mencekam sebelumya. Suatu pemandangan yang sangat ceriah walaupun pelantikan tanpa di saksikan masa pendukung dan simpatisan presiden terpilih, seperti yang terjadi peristiwa yang sama sebelumnya, kecuali penggantinya, di tanam berjejeran ribuan bendera AS “the Stars and stripes” menghias sepanjang pamandangan ke arah monumen Nasional di kota Washington DC. Suatu pemandangan suka cita yang sangat berbeda dari serangan di gedung itu dua minggu lalu. Amanda Gorman, 22 tahun, menjadi penyair perempuan termuda berkulit hitam yang membacakan poisinya pada acara pengukuhan presiden, bertajuk: " Cahaya selalu ada, andai saja kita berani melihatnya”.

Laporan siaran langsung tv streaming NBC News yang dipantau di Jakarta tepat pukul 10.15 WIB, tampak Donald Trump dan first lady Melani Trump meninggalkan Gedung Putih menumpang helikopter Marine One yang membawanya ke Bandara Andrew berjarak 10 menit penerbangan, untuk menaiki pewasat kepresidenan Airforce One, yang akan membawanya pulang ke kediaman pribadi di Florida. Donald Trump sempat menyampaikan pidato terakhirnya sebelum menaiki pesawat, ia berjanji akan kembali dengan cara yang lain, dan meminta pendukungnya agar tetap bersamanya karena dia memiliki pendukung yang sangat besar.

Pada kesempatan itu, Trump berharap pemerintah yang baru akan sukses membawa Amerika ke depan lebih sejahtera, walau tanpa menyebut penggantinya presiden dan wapres terpilih, Joe Biden dan Kamala Haris dalam sambutannya. Ini berarti, Trump memanfaatkan fasilitas eksklusif sebagai Presiden hingga menit-menit terakhir batas waktu segera setelah Joe Biden dilantik pada pukul 12.00 waktu AS. Kendati sudah berhenti dari jabatannya sebagai Presiden, kemungkinan Donald Trumph masih menghadapi proses hukum atas apa yang di sebut sebagai, “inciting insurrection” suatu tindakan melanggar hukum yang mengakibatkan 5 orang meninggal dunia termasuk 1 orang polisi yang sedang bertugas, pencurian laptop ketua DPR Nancy Pelocy dan sejumlah kerusakan ketika terjadi penyerbuan ke Capitol Hill lambang demokrasi AS itu.

 

 

Oleh : Freddy Ndolu

Topik : joe biden terpilih amerika serikat , pelantikan biden , hasil pilpres , inciting insurrection , capitol

Artikel Terkait
Terpopuler