Sabtu, 18/09/2021 13:36 WIB WIB

Kapolres Langsung Temui Komandan Paspampres, Polisi Pakaian Preman Ditarik Mundur

Kapolres Langsung Temui Komandan Paspampres, Polisi Pakaian Preman Ditarik Mundur Foto : detik.com


Sebuah video baru-baru viral di media sosial Instagram. Video tersebut memperlihatkan seorang anggota Paspampres bersitegang dengan petugas PPKM yang terdiri dari anggota TNI Polri di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Dalam video tersebut, anggota Paspampres tampak dikerubuti oleh para personel TNI Polri yang melakukan penyekatan. Anggota Paspampres yang hendak melewati penyekatan itu sempat didorong oleh petugas berpakaian preman.

Mengetahui kejadian tersebut, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo lantas menemui Komandan Paspampres. Berikut ulasan lengkapnya. 

Polisi Pakaian Preman Ditarik Mundur

Kombes Ady menarik mundur anggotanya yang berpakaian preman. Hal ini dilakukan agar tidak salah paham di lapangan.

"Kita evaluasi di lapangan, penekanan untuk lebih baik dan humanis tidak boleh sewenang-wenang. Untuk yang berpakaian preman sementara tidak kita ikutkan penyekatan agar tidak salah paham di lapangan," kata Kombes Ady Wibowo.

Kapolres Meminta Maaf kepada Komandan Paspampres

Tak hanya itu, Ady Wibowo mengaku telah meminta maaf secara langsung kepada Komandan Paspampres. Permasalahan pun kini telah selesai.

"Saya juga sudah meminta maaf secara langsung kepada Komandan Paspampres, permasalahan sudah selesai dan tetap sinergi TNI Polri menjaga negeri," terangnya.

"Supaya tidak terulang lagi di lapangan, anggota saya juga diperiksa di Propam Polda," pungkasnya.

Kronologi Kejadian

 

Sebelumnya, seorang anggota Paspampres bernama Praka Izroi Gajah sempat bersitegang dengan petugas PPKM yang terdiri dari anggota TNI Polri di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Izroi yang hendak melewati penyekatan mendapat tindakan keras dari sejumlah petugas berpakaian preman. Keributan pun tak terelakkan hingga akhirnya pria berseragam TNI Polri mendekat dan mencoba melerai.

Setelah itu, Izroi pun meminta maaf dan menjelaskan alasannya minta diperbolehkan melewati penyekatan. Para petugas lantas memintanya menunjukkan kartu anggota. Akan tetapi, ia hanya bisa menunjukkan KTP yang di dalamnya tertulis statusnya sebagai anggota TNI.

Setelah selesai dengan para petugas, ia lantas menghadap Danramil 06/Kalideres Kapten Inf Abdul Kholik yang juga ada di lokasi. Ia pun mendapat teguran keras dari Danramil.

Setelah itu, Izroi pun diizinkan pergi. Ia lantas menaiki sepeda motornya dan pergi meninggalkan lokasi.

Keterangan Komandan Paspampres

Kericuhan antara Praka Izroi dengan anggota Polres Metro Jakarta Barat berbuntut panjang. Malam harinya, puluhan anggota Paspampres bergerak mendatangi Polres Metro Jakarta Barat.

Puluhan anggota Paspampres itu datang menaiki motor. Kedatangan mereka diduga tak terima atas perlakuan anggota Polres Barat saat melakukan razia penyekatan PPKM Daruat kepada Praka Izroi.

"Permasalahan sudah selesai dan tetap sinergi TNI Polri menjaga negeri," kata Ady.

Sementara itu, Komandan Pasukan Pengaman Presiden Mayor Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan, sudah memperingatkan anggota yang terlibat perselisihan dengan petugas saat penyekatan PPKM Darurat tersebut. Menurut dia, insiden itu disebabkan beberapa hal salah satunya banyak aturan PPKM Darurat belum dipahami petugas.

"Anggota Paspampres 75% tinggal di luar Asrama Paspampres dan tersebar di wilayah Jabodetabek sehingga setiap hari pulang pergi berdinas dan akan melewati titik 2 penyekatan," kata dia.

 
Topik : kapolres , komandan paspampres , penyekatan , ppkm darurat

Artikel Terkait
Terpopuler