Sabtu, 18/09/2021 13:57 WIB WIB

Jusuf Hamka Sebut Bank Syariah Swasta Kejam dan Zolim Karena Pernah Diperas

Jusuf Hamka Sebut Bank Syariah Swasta Kejam dan Zolim Karena Pernah Diperas Foto : youtube/denny sumargo


Tokoh agama Ustaz Yusuf Mansur menanggapi polemik yang terjadi antara pengusaha Jusuf Hamka dan salah satu bank syariah swasta. Jusuf Hamka menyebut salah satu bank syariah swasta kejam dan zalim.

Yusuf Mansur pun menilai dari apa yang dialami oleh Jusuf Hamka sebagaimana pengakuannya, bank syariah yang dimaksud memang bisa dikatakan kejam dan zalim.

"Untuk kasus yang dialami beliau, sangat bisa jadi," katanya kepada detikcom, Minggu (25/7/2021).

Yusuf Mansur juga meyakini apa yang dialami oleh Jusuf Hamka bukan sekedar isapan jempol belaka, tapi memang nyata terjadi.

"Pengalaman beliau pengalaman nyata," sebutnya.

Dirinya bahkan pernah mengalami sendiri, di mana dia mengeluhkan bank syariah di media sosialnya. Berdasarkan catatan detikcom, keluhannya terkait dengan pembiayaan yang mahal dibandingkan bank konvensional.

"Saya juga sempet mengeluhkan ini ke socmed (social media), hehehe. Sebab emang, kurang didenger, bila langsung-langsung aja. Makanya nggak salah jika kemudian pilihan orang ke socmed. Begitu ke socmed, rame, ya direspons. Ini berlaku buat banyak hal. Asal tujuannya baik, saya kira, masih bisa ditolerir. Buktinya, habis itu, pada rame-rame respons," tambahnya.

Sebagai informasi, Jusuf Hamka menyebut bank syariah kejam dan zalim berdasarkan apa yang dia alami sendiri, di mana di tengah pandemi COVID-19 ini dia meminta penurunan bunga pinjaman namun tak digubris. Padahal konsep bank syariah yang dia tahu adalah bagi hasil, di mana ketika pendapatan/keuntungan usaha si peminjam turun maka bunga pinjaman ikut turun.

Ketika Jusuf Hamka ingin melunasi utangnya pun malah dikerjai oleh pihak bank. Uang yang dia transfer ke bank tak dianggap sebagai uang untuk melunasi utang. Tapi uang tersebut ditahan untuk membayar bunga yang terus bergulir.

Akhirnya dia meminta kembali uang yang dia transfer, namun tidak dikembalikan penuh dengan alasan pihak bank ada pemotongan untuk membayar bunga dan sebagainya.

"Dia pulangin Rp 690 miliar, Rp 110 miliar dia tahan buat pembayaran bunga atau apa lah. Saya bilang kan saya mau lunasin. Nah, ini bank syariah yang menurut saya zalim, kejam dan kemaruk. Jadi orang bilang ini lintah darat gitu," katanya kepada Tim Blak-blakan detik.com, Kamis (22/7/2021).

Tak cuma itu, dia bahkan sempat ingin diperas Rp 20 miliar oleh pihak bank. Tentu saja dia tak terima dengan perlakuan pihak bank dan melaporkannya ke pihak berwajib.

"Saya tadinya mau diperas Rp 20 miliar, katanya harus bayar denda ganti rugi atau apa. Saya bilang nalarnya di mana?" tambahnya.

Topik :

Artikel Terkait
Terpopuler