Sabtu, 18/09/2021 14:03 WIB WIB

Semangat Relawan Warga dalam Membantu Penanganan Covid di Kota Bogor

Semangat Relawan Warga dalam Membantu Penanganan Covid di Kota Bogor Foto : Lider.id


Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia hingga ditetapkannya PPKM khususnya di Kota Bogor, WNI keturunan Tionghoa bernama Meilina Charlie yang akrab disapa `Cik Mei` tergerak hatinya menjadi relawan penanganan COVID-19 di Babakan Pasar, Kota Bogor. Tempat usahanya berjualan ia sulap menjadi posko COVID-19. Jiwa kemanusiaan itu terbentuk dengan sendirinya. Bersama dengan 8 orang lainnya yang masih dalam satu lingkungan yang sama ia rela meluangkan waktunya untuk membantu sesama.

“Kita berupaya melayani dengan kasih, rela berkorban setulus hati tanpa mencari keuntungan karena dikerjakan untuk umat dan Tuhan. Setiap Sabtu menyediakan makanan gratis untuk warga isoman dengan cara ini dapat membantu warga bila ada yang terkena COVID-19, isoman dan apalagi kalau sampai ada yang meninggal, ujar Meilina Charlie saat berbincang dengan Lider.id Sabtu, lalu.

Setiap hari, para relawan berkumpul di Warung Uno untuk berjaga jika sewaktu waktu ada warga yang terkena COVID-19 dan isolasi mandiri. Bantuan yang rutin datang ke Warung Uno merupakan sumbangan dari gereja, vihara, dan para relasi. Biasanya bentuk dukungan berupa kebutuhan logistik, perlengkapan protokol kesehatan hingga kantung jenazah.

Uniknya, Cik Mei dan rekan-rekannya membentuk komunitas yang diberi nama “Batalyon Tengkorak” khusus untuk membantu warga yang tak berani dan kebingungan cara memulasari dan memakamkan jenazah COVID-19. Pemulasaran dan pemakaman jenazah korban COVID-19 memang harus menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Saat ditemui Lider.id, salah satu relawan bernama Kim Sen sedang melakukan persiapan protokol kesehatan dengan 4 relawan lainnya dan membagikan makanan kepada warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Kim Sen dan para relawan juga aktif mengedukasi warga di Babakan Pasar, Kota Bogor tentang bahaya COVID-19 dan pentingnya protokol kesehatan supaya terlindungi dari penularan virus itu. Selain itu, ia juga mengedukasi agar warga tidak memberi stigma buruk kepada penyintas COVID-19.

“Saya berharap semoga kedepannya banyak yang lebih perhatian sama para relawan, karena banyak yang sampai sering keluar uang pribadi untuk membantu warga tapi kalo bukan kita siapa lagi yang bisa warga percaya ? ujar Kim Sen, salah satu relawan COVID-19.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor yang membawahi SAR pun lebih dulu memberikan pelatihan kepada “Tim Kubur Cepat” yang telah dibentuk. Mereka mempunyai pengalaman sebelumnya saat evakuasi pasien covid sejak tahun lalu.

Menurut Kim Sen, petugas pemulasaran dan pemakaman jenazah COVID-19 menghadapi risiko yang cukup besar terpapar oleh virus. Apalagi saat ini terdapat virus corona varian delta yang lebih berbahaya dan mengakibatkan jumlah kasus positif di berbagai tempat melonjak. Karena itu, ia dan anggota tim lainnya memakai alat pelindung diri (APD) level paling tinggi supaya tidak tertular, yaitu level 3.

Topik :

Artikel Terkait
Terpopuler