Rabu, 28/02/2024 10:58 WIB WIB

Kehidupan Eksentrik Guccio Gucci, Pendiri Gucci

Kehidupan Eksentrik Guccio Gucci, Pendiri Gucci GUCCI


Lider.id

Kehidupan Eksentrik Guccio Gucci, Pendiri Gucci

 

Begitu orang mendengar Gucci, akan segera langsung menghubungkannya dengan konsep fashion kelas. Hanya sedikit orang yang tidak mengenal perusahaan tas tangan dan alas kaki mewah Italia.

Saat ini perusahaan memiliki sekitar 500 outlet di seluruh dunia dan menghasilkan penjualan lebih dari sepuluh miliar dolar setiap tahun. Dan keluarga di baliknya bahkan telah menjadi subyek acara televisi dan film besar Hollywood.

Namun, meski banyak yang diketahui tentang merek dan eksploitasi keluarga Gucci antara tahun 1960-an dan 1990-an, hanya sedikit yang diketahui tentang pria yang memulai semuanya, Guccio Gucci.

Kehidupan Awal Guccio Gucci

Guccio Giovanbattista Giacinto Dario Maria Gucci lahir pada tanggal 26 Maret 1881 di Florence, Italia.

Dia adalah putra seorang pembuat kulit di ibu kota Tuscany yang terkenal, yang ketika itu banyak bangsawan Inggris dan orang Eropa kaya lainnya masih melakukan perjalanan liburan setiap musim panas ke Kota Renaisans Italia, untuk melihat Brunelleschi`s Dome dan mahakarya lain dari abad kelima belas.

Ayah Gucci menjual tas kulit, ikat pinggang, dan aksesoris turis lainnya. Ini merupakan pengaruh awal yang signifikan pada Gucci, tetapi dia tidak mengikuti bisnis keluarga di masa mudanya.

Sebaliknya, Guccio meninggalkan Florence ketika dia masih muda dan menuju London, ibu kota kerajaan terbesar di dunia saat itu.

Di sana dia mendapat pekerjaan di Hotel Savoy yang terkenal, pertama sebagai pencuci piring di dapur, sebelum naik menjadi pelayan, kemudian menjadi pelayan, diikuti dengan posisi sebagai pramu-tamu dan terakhir sebagai asisten lift.

 

Saat dia kerja, dia melihat selera orang kaya dan bagaimana mode berubah dari waktu ke waktu, terutama pada tas dan koper. Pengamatan ini menjadi dasar kesuksesannya di kemudian hari.

Gucci di Masa Fasis Italia

Pada awal 1920-an, saat usianya mencapai empat puluh tahun, Gucci telah kembali ke Italia. Di kampung halamannya di Florence pada tahun 1921, dia mendirikan perusahaannya, House of Gucci dan menikah dengan Aida Calvelli. Awalnya, ini adalah toko barang-barang kulit kecil yang dikelola keluarga, tidak berbeda dengan yang dioperasikan ayahnya bertahun-tahun sebelumnya. 

Namun, Gucci punya sejarah yang gelap. Pertama, Guccio Gucci mendukung rezim Fasis Benito Mussolini, yang berkuasa pada tahun 1922.

Fasis Italia dikaitkan dengan genosida Partai Nazi Jerman, namun hubungan antara Gucci dan Fasis Italia tidak baik.

Guccio juga membangun mitologi yang rumit tentang sejarah pribadi keluarganya.

Ini melibatkan pernyataan bahwa keluarga Gucci adalah keturunan dari keluarga Medici, yang memerintah Florence antara abad ke-15 dan ke-18 yang membangun Renaisans Florentine.

Mitos ini menciptakan citra House of Gucci dikaitkan dengan aristokrasi, yang cukup sukses untuk memasarkan perusahaan di masa-masa awalnya.

Namun, itu semua hanyalah mitos, dan penelitian telah membuktikan bahwa Guccio mengarang seluruh sejarah keluarga ini. Namun, meski Guccio mungkin pembohong yang produktif, tidak diragukan lagi keberhasilan strateginya.

Pada tahun 1938, toko House of Gucci di Florence begitu sukses sehingga Guccio memperluas dan membuka unit kedua di Roma.

Namun tak lama kemudian, krisis melanda ketika Eropa terjerumus ke dalam Perang Dunia Kedua, dan pasar tas dan koper desainer menghilang dalam semalam.

Untuk sementara, Gucci, seperti banyak rumah mode lainnya di Italia dan Jerman, mulai membuat barang-barang kulit lainnya untuk memfasilitasi upaya perang.

 Ekspansi Pasca Perang

Akhir Perang Dunia Kedua revitalisasi ekonomi Eropa tidak bangkit dalam semalam.

Penjatahan tetap berlaku di banyak negara hingga akhir tahun 1949, dan fokusnya adalah membangun kembali rumah dan bisnis sebelum pasar konsumen muncul kembali.

Namun, tahun 1950-an terjadi pertumbuhan yang sangat besar karena ekonomi Eropa berkembang pesat, didukung oleh pembentukan Komunitas Batubara dan Baja Eropa, cikal bakal Uni Eropa saat ini.

Saat pertumbuhan ekonomi ini terjadi, House of Gucci berkembang di bawah arahan  putranya, yang telah bergabung dengannya sebagai mitra bisnis yang konservatif.

Aldo Gucci-lah yang merancang logo double-G Gucci yang ikonik pada tahun 1933. Melalui pengaruh dia dan saudara-saudaranya, sebuah toko baru dibuka di Milan, jantung modern industri mode, pada tahun 1951.

Pada bulan-bulan berikutnya, Aldo, Rodolfo, dan Vasco Gucci mulai meyakinkan ayah mereka untuk berkembang lebih jauh, dan pada tahun 1953 mereka membuka toko pertama mereka di New York City.

Guccio, bagaimanapun, tidak akan pernah melihat ini, karena dia meninggal pada tanggal 2 Januari 1953, pada usia 71 tahun.

Kontroversi Selanjutnya

Sejak saat itu, keluarga Gucci menjadi terkenal karena perilaku anggota keluarganya yang terkenal dengan produk mewahnya.

Lalu perseteruan keluarga berkembang saling merebut kekayaan dinasti dan kendali perusahaan dalam beberapa dekade setelah meninggalnya Guccio. Kasus persaingan paling terkenal adalah pembunuhan Maurizio Gucci, cucu Guccio, pada tahun 1995 yang di otaki oleh mantan istrinya, Patrizia Reggiani yang menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhnya.

Maurizio telah menjadi Presiden perusahaan selama beberapa tahun sejak akhir 1980-an dan seterusnya.

Tetapi dia menghadapi masalah karena salah mengelolanya dan menghabiskan banyak uang untuk membangun kantor pusat baru di Florence.

Tapi mungkin semua kontroversi ini telah diprediksi mengingat kehidupan aneh Guccio Gucci sendiri, seorang pria yang mengarang sejarah keluarganya sendiri dan dikenal sebagai tukang selingkuh dan penipu yang mendukung rezim Fasis Benito Mussolini. Terkadang fakta lebih aneh daripada fiksi.

 

Topik : GUCCI

Artikel Terkait
Terpopuler